SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI

Empat belas abad silam Allah menurunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia, di masa ketika masyarakat Arab berada dalam jurang kenistaan, kekacauan dan kejahiliyahan. Mereka adalah bangsa tak berperadaban, yang menyembah berhala buatan tangan mereka sendiri, yang
meyakini peperangan dan pertumpahan darah sebagai hal yang mulia, dan bahkan tega membunuh anak-anak mereka sendiri. Namun, melalui Islam mereka mendapatkan pengetahuan tentang nilai-nilai kemanusiaan dan peradaban. Tidak hanya bangsa Arab, namun seluruh bangsa yang memeluk Islam terbebaskan dari kegelapan zaman jahiliyah dan tercerahkan oleh hikmah ilahiyah Al Qur’an. Di antara hal penting yang disampaikan Al Qur’an untuk umat manusia adalah pola pikir untuk apa mereka diciptakan ke dunia ini dan bagaimana menyikapinya agar bisa selamat dunia sampai akherat ?

Kamis, Juli 16, 2009

Memaknai Maulid Nabi Muhammad Saw

Khutbah Jumat 20 Maret 2009

Oleh: Dr. Ir. Muhammad Anis M.Met

Memaknai Maulid Nabi Muhammad Saw.


Assalamu’alaikum wa Rahmatullah wa Barakaatuh
Tema khutbah yang saya akan bahas kali ini adalah memaknai peringatan maulid Muhammad Saw. Setiap tahun pada bulan Robiul awal tepatnya pada tanggal 12 Robiul awal yang pada tahun ini bertepatan dengan. Maret tahun 2009, kita bangsa Indonesia memperingati maulid Nabi Muhammad Saw.
Dalam bahasa arab, kata maulid berasal dari akar kata wa-la-da yang artinya lahir, yang melahirkan disebut walida, dan yang dilahirkan disebut maulud, sedangkan sang ayah dari bayi itu disebut walid. Dalam kata maulid tercakup pengertian waktu kelahiran terjadi, oleh karena itu kata maulid dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai hari kelahiran maka perkataan maulid Nabi Muhammad saw. diartikan sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad saw.
Ma’syirol muslimin rohimakumullah. Allah mengirimkan Nabi ke dunia untuk memberikan pengajaran kepada ummat manusia tentang cara penghidupan yang baik.
Tentunya kita akan bertanya kepada diri kita masing-masing, apakah maulid Nabi perlu untuk diperingati? Apakah memperingatinya cukup dengan adanya kalender berwarna merah sehingga kita bisa berlibur? Untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut, perlu kita menghayati kehidupan Rasulullah sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Ahzab ayat 21:
Artinya:
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Q.S. Al-Ahzab: 21)
Dalam kesempatan khutbah yang singkat ini, ada beberapa hal yang patut saya sampaikan terkait dengan kisah-kisah Nabi Muhammad Saw., yang dapat kita jadikan suri tauladan bagi kita semua. Nabi mengajarkan agar para pengikutnya menjalin pertalian keluarga yang baik. Nabi sangat menghormati orang tuanya. Dia bahkan mengatakan, surga berada di bawah telapak kaki ibu dan kesenangan Allah ada di dalam kesenangan orang tua. Oleh karena itu Beliau meyakinkan siapapun yang memperlakukan orang tua ayah dan ibu secara baik maka berhak mendapatkan surga. Nabi juga mengingatkan kepentingan yang paling utama dalam kehidupan sehari-hari adalah menjalin pertalian di dalam keluarga.
Nabi Muhammad Saw. berpesan kepada para pengikutnya untuk mencari ilmu, mencari ilmu adalah tugas setiap muslim. Ilmu dapat membimbing kita kepada jalan kebahagiaan, jika kita terus mencari ilmu maka Allah akan menunjukkan jalan yang benar dalam kehidupan kita. Tatkala Nabi Muhammad berusia 25 tahun, Beliau memiliki reputasi tentang kejujurannya. Di kalangan orang-orang Quraisy, Beliau dikenal sebagai orang yang paling berani dan sopan. Nabi juga seorang tetangga yang baik, toleran dan selalu dapat dipercaya. Beliau selalu berupaya menjauhkan diri dari perkelahian dan percekcokan, dia juga tidak pernah menggunakan bahasa cacian atau makian. Nabi Muhammad Saw. mengajak para pengikutnya untuk selalu berbicara kebenaran karena hal itu akan membawa kebaikan. Beliau juga mengingatkan pengikutnya untuk menjauhi orang yang gemar berdusta karena dusta akan membawa kepada kejahatan. Nabi Muhammad Saw. memiliki kekuatan karakter, dicerminkan dalam kesabaran dan toleransi Beliau yang selalu menolak berbagai hal yang dapat membangkitkan amarah.
Beliau tetap berlaku baik dan dermawan sekalipun kepada seseorang yang pernah menyakitinya. Nabi Muhammad Saw. jauh dari sifat sombong atau membanggakan diri, Beliau tetap sederhana dan rendah hati. Tentunya masih banyak lagi contoh akhlak Nabi yang tidak dapat kita sampaikan dalam waktu yang singkat ini.
Ma’asyirol muslimin rohimakumullah.
Setelah kita sama-sama menghayati sejarah Nabi Muhammad saw yang terus kita bacakan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw., dapat dimaknai bahwa Allah menginginkan Nabi menjadi contoh teladan bagi seluruh ummat manusia. Oleh karena itu, Allah menakdirkan Nabi Muhammad Saw. untuk duduk seperti umat manusia pada umumnya, memiliki keluarga, bekerja untuk memenuhi kebutuhannya dan saling berbagi pondok kesenangan dan kesedihan diantara sesama manusia. Perlu diketahui bahwa pada bulan Robiul Awal banyak hal yang terjadi selain kelahiran Nabi, pada bulan itu Nabi hijrah dan pada bulan itu pula Nabi wafat. Oleh karena itu, peringatan-peringatan pada bulan robiul awal tidaklah semata-mata memperingati kelahiran Nabi Saw., tetapi haruslah bersifat komprehensif untuk dapat meneladani akhlak beliau sebagai manusia pilihan Allah.
Kelahiran Beliau merupakan nikmat dan rahmat yang tak terduga untuk ummat manusia di seluruh dunia. Allah swt memerintahkan pada semua hambanya agar selalu mengingat akan segala karunia dan nikmatnya, baik yang dilimpahkan secara umum atau secara khusus kepada seseorang. Allah berfirman pada Surat Al-Anbiya’ ayat 107:
Artinya:
Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (Q.S. Al-Anbiya’: 107)
Firman Allah berikutnya dalam Surat Saba’ ayat 28:
Artinya:
Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. (Q.S. Saba’: 28)
Ma’syirol muslimin rohimakumullah. Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. dapat dimaknai dalam tiga hal. Pertama, kelahiran Beliau merupakan nikmat dan rahmat tak terhingga bagi seluruh ummat manusia di dunia. Kedua, wafatnya Rasul harus dapat menyadarkan kita bahwa tidak ada yang kekal selain Allah. Kita hidup di dunia ini bersifat sementara, karena kita pada saatnya nanti akan dipanggil oleh Allah Swt. untuk meneruskan hidup di alam abadi akhirat nanti. Oleh sebab itu, Islam memerintahkan ummatnya untuk mempersiapkan diri dengan bekal yang cukup untuk kehidupan yang tak terbatas. Allah Swt. menjelaskan kembali tentang kehidupan di dunia dengan firman-Nya dalam surat Al-Hadid ayat 20:
Artinya:
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (Q.S. Al-Hadid: 20)
Ma’asyirol muslimin rohimakumullah. Setiap orang akan menemui kematian yang merupakan suatu musibah. Suatu musibah harus dihadapi dengan kesabaran. Allah Swt. berfirman pada surat Al-Baqarah ayat 153-156:
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu )mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun." (Q.S.Al-Baqarah: 153-156)
Fakta yang ketiga, fakta yang dapat diambil dari peristiwa Hijrah yang penuh dengan kesulitan dan penderitaan, adalah suatu sikap tawakal kepada Allah swt. Tawakal adalah sikap percaya penuh kepada Allah swt setelah melakukan segala ikhtiar daya dan upaya seteah berjihad melawan dan mengatasi kesukaran dan kesusahan.
Dari ketiga peristiwa tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga sikap hidup sebagai pedoman bagi kita sebagai seorang muslim.
Pertama, syukur atas segala nikmat yang telah Allah karuniakan kepada kita.
Kedua, sabar atas segala musibah dan penderitaan yang harus kita hadapi.
Ketiga, tawakal setelah melaksanakan ikhtiar untuk menghadapi segala penderitaan dan kesulitan. Ketiga sikap ini harus melekat dalam diri kita sebagai akhlak utama dalam menjalani kehidupan kita untuk keselamatan dunia dan akhirat.
Firman Allah dalam surat Albaqoroh surat 201-202:
Artinya:
Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka."
Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (Al-Baqarah: 201-202)
Demikianlah khutbah singkat pada hari ini, mudah-mudahan mendapatkan barokah dari Allah swt dan bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Rabu, Juli 01, 2009

BISNIS CEPAT PENGHASIL BANYAK UANG



PANDUAN MUDAH DAN CEPAT MENJALANKAN BISNIS DI INTERNET

Dapatkan panduan cepat dan praktis menghasilkan uang melalui internet tanpa membuat website/blog hanya dengan satu langkah cerdik yang sangat simple.

Anda sudah dapat menghasilkan uang melimpah.

Tinggal pasang softwarenya dan system ini bekerja untuk anda secara otomatis 24 jam nonstop. Sekalipun anda gaptek tetap bisa menggunakannya.

Mereka telah membuktikannya bisnis ini,
Buruan...hanya di www.onobisniswah.com

Sekarang giliran anda untuk maju dan sukses.

Sabtu, Juni 13, 2009

Saatnya Mencocokkan Arah Kiblat

Ilmu peredaran benda-benda angkasa memang sangat maju, bukan hanya di zaman sekarang ini. Tetapi sejak dahulu umat Islam telah mampu mengukur jarak dari bumi ke bulan den

gan sangat tepat. Mereka pun mampu memetakan peta langit yang bertabur dengan gemintang.

Salah satu warisan dari para ulama di masa lalu yang masih sangat bermanfaat secara langsung adalah tentang posisi matahari. Kita mengenal matahari bergerak secara semua dari Timur ke Barat setiap hari, dan juga dari Utara ke Selatan atau sebaliknya dalam kurun waktu setahun.

Para ahli astronomi telah menghitung perputaran bumi dan telah memastikan bahwa semua tempat di muka bumi yang berada di antara 22,5 derajat lintang Utara dan 22,5 lintang Selatan pasti akan dilewati oleh matahari, dua kali setahun. Meski hanya dalam bilangan menit saja.

Matahari di Atas Makkah

Kota Makkah pun mengalami saat-saat di mana matahari akan tepat berada di atasnya, dua kali dalam setahun. Yaitu pada tanggal 26 sampai 30 Mei untuk yang pertama dan tanggal 14 s/d 18 Juli untuk yang kedua. Kejadian ini akan tetap terus berlangsung tiap tahun sepanjang masa untuk tanggal-tanggal yang sama.

Bila pada detik-detik matahari sedang berada tepat di atas kota Makkah, maka semua orang yang tinggal di berbagai belahan bumi lainnya yang masih bisa melihat matahari, akan dengan mudah bisa menetapkan posisi kota Makkah. Yaitu cukup dengan melihat posisi matahari berada, karena tepat di bawahnya terletak kota Makkah.

Pada kejadian itu tentu saja Makkah sedang berada dalam posisi tengah hari, kira-kira jam 12.18 di bulan Mei atau jam 12.27 di bulan Juli. Tetapi bagi wilayah lain, boleh jadi ada perbedaan jam. Atau kalau kita gunakan standar GTM berarti jam 09.18 dan jam 09.27.

Khusus untuk waktu Indonesia bagian barat, detik-detik matahari tepat berada di kota Makkah pada tanggal 26 sampai 30 Mei pada jam 16.18 WIB. Sedangkan pada tanggal 

14 sampai 18 Juli pada jam 16.27 WIB.

Rentang waktunya hanya sekitar lima menit saja, begitu waktu bergerak lagi, maka posisi matahari akan bergeser lagi, tidak lagi ada di atas kota Makkah.

Jadi masih ada kesempatan untuk melihat posisi kota Makkah, yaitu hari ini Rabu (28/5/08), besok Kamis (29/5/08) dan lusa Jumat (30/5/08). Kita tunggu sampai jam menunjukkan tepat pukul 16.18 WIB. Kalau tidak ada mendung atau awan yang menutupi, pada detik-detik itu selama kurang lebih 5 menit, posisi matahari akan tepat berada di atas kota Makkah.

Jadi tinggal kita tandai saja posisi arah matahari, di situlah posisi ka’bah yang tepat berada di tengah kota suci Makkah Al-Murramah.

Kalau terlewat, jangan sedih dulu. Masih ada kesempatan kedua, kita tunggu sampai nanti bulan Juli, tepatnya tanggal 14 s/d 18 Juli. Kita lihat matahari pada jam 16.27 sore hari. Saat itu menurut perhitungan, matahari akan kembali melewati tepat di atas kota Makkah, dalam perjalanan semunya ke arah Selatan.

Buat Negara Yang Tidak Bersamaan Siangnya Dengan Makkah

Khusus untuk negeri yang berlawanan siang dan malam dengan kota Makkah, sudah dihitungkan dengan lawannya. Yaitu posisi matahari yang tepat berada di balik bumi yang berlawanan dengan kota Makkah. Yaitu setiap tahun pada 28 November 21:09 UT (29 November 04:09 WIB) dan 16 Januari 21:29 UT (17 Januari 04:29 WIB).

Jadi logikanya, arah kiblat adalah arah yang berlawanan dengan arah matahari pada hari dan jam serta menit tersebut di atas.

Halangannya cuma satu, cuaca buruk. Dalam keadaan cuaca buruk yang tidak bersahabat, matahari tidak terlihat, metode ini jadi tidak berguna. Karena metode ini mengandalkan penglihatan kita atas posisi matahari.

Seandainya cuaca cerah dan matahari nampak bersinar, maka anak kecil juga bisa menetapkan karah kiblat. Syariah Islam itu mudah memang.

Hal yang perlu diperhatikan juga adalah, khususnya para pengurus masjid untuk tidak langsung merubah arah kiblat jika ternyata tidak cocok dengan arah matahari seperti yang ditentukan, melainkan harus bermusyawarah terlebih dahulu dengan jamaah atau pengurus terkait lainnya, agar tidak menimbulkan perpecahan karena ketidak-mengertian sesama jama'ah kaum muslimin.

Semoga Bermanfaat

-Dari belbagai sumber-.